Chris menepati janjinya untuk menelponku tadi malam. Dia menelponku selama kurang lebih 10 menit karena dia baru saja pulang dari kantornya jam 10 malam. Aku merasa kasihan dengannya, dia seusia denganku tapi harus mengorbankan waktunya untuk bekerja dan kuliah sekaligus. Clara, aku tidak tahu apa dia adalah orang baik atau hanya ingin memanfaatkan Chris saja. Dia percaya diri sekali dengan mengatakan Chris adalah miliknya dan akan kembali padanya. Atau aku saja yang kurang percaya diri “ah!” aku menepuk jidatku dengan lumayan keras. Aku baru sadar kemarin aku belum menanyakan bagaimana kejelasan statusku dengannya. “kenapa aku bia lupa sih” aku menempelkan kepalaku pada meja makan. Merutuki dan menyesali kebodohanku sendiri. “Non” Bi Min datang menghampiriku dengan waja

