Rumah itu minimalis, dengan ukuran yang nyaris sama dengan rumah milik Savas di kecamatan Namire. Tempat ini hanya berjarak tiga kilometer dari pinggiran hutan Moa tempat terakhir kali Savas melarikan diri. Setelah mendapat konfirmasi dari tetangga yang mengaku melihat Savas dua bulan lalu, Cikal langsung menghubungi rekan-rekannya untuk segera datang dan mengepung tempat ini. Namun, sebelum itu, Cikal akan memastikan jika posisi sandera aman. Sambil membawa pistolnya dengan posisi siaga, Cikal berusaha mendekat tanpa menimbulkan suara. Lampu rumah itu hidup, pertanda jika ada orang di dalam sana. Cikal mengintip dari balik jendela dan tidak menemukan siapa pun berada di rumah. Terlalu lengang tanpa tanda-tanda kehidupan. Di garasi, Cikal menemukan mobil hitam mengilat dengan nomor polis

