Sebuah suara ketukan pintu membuat Daegal waspada. Gerakannya yang sedang menyayat lengan Jayanti menggunakan celurit seketika terhenti di udara. Daegal tahu ada yang datang, meski suara ketukan itu terdengar samar-samar. Ditatapnya Jayanti yang sudah kelelahan dengan napas terengah-engah. Daegal tahu jika Cikal akan segera datang, tetapi dia tak menyangka jika Cikal akan datang secepat ini. Daegal menaruh CCTV di depan rumah, untuk melihat siapa saja yang diam-diam mengamati tempat persembunyiannya, atau orang yang datang di saat yang tidak tepat. Dahulu Daegal sangat yakin dengan keamanan tempat persembunyiannya, karena rumah itu memiliki banyak sekali ruang rahasia yang bisa digunakan untuk kabur tanpa ketahuan. Ada pula alarm khusus yang langsung berbunyi ketika ada orang asing yang m

