BAB 82. STATE PALACE

1257 Kata

Padahal Daegal hanya ingin dekat dengan Yohan. Dia ingin mereka berdua saling terbuka dan berbagi beban. Tidak harus sebagai sepasang sahabat, sebagai Paman dan keponakannya saja sudah membuat Daegal senang. Namun, Yohan terus saja curiga. Dia tetap memasang dinding tak kasap mata di antara mereka, memuat mereka berjarak. Jika Yohan memercayai Rimba sebagai Daegal, mungkin saja Yohan bisa lebih terbuka kepadanya. Meski kemungkinannya sangat kecil. Yohan terdiam. Dia menaikkan sebelah alisnya. Tidak ada ekspresi terkejut di wajahnya. Yang ada hanya raut heran. "Aku belum pernah mendengar candaan seaneh ini. Aku memang pernah bilang bahwa aku mungkin percaya jika kamu adalah Daegal, tapi itu tidak pernah serius." Yohan menepuk puncak kepala Rimba beberapa kali. Tatapan matanya seolah meras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN