17. Khawatir Yang Berlebihan

1968 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bukan dia yang terlukaiku Tapi akulah yang terluka sendiri. Dia tidak salah. Aku yang salah. Karena aku yang mencintainya, sedang dia tidak tahu apa-apa. Kulangkahkan kaki-kaki sekolah dengan pakaian prakerin. Bismillah .... Semoga hari ini berjalan lancar tanpa hambatan. Aku memakai earphone , mendengar murottal surat Ar-Rahman. Kaki ini masih bisa melangkah. Hidung ini masih bisa menghirup udara. Telinga ini masih bisa mendengar. Lidah ini masih bisa mengecap. Mata ini masih bisa melihat. Maka nikmat Tuhanmu manfaat yang kamu dustakan? Malu rasanya jika aku masih merasa. Apalagi yang dikeluhkan hanya perkara dunia. Kemarin aku kecewa pada ayah karena dia selalu mengundur-undur untuk mengabulkan permintaanku agar laptop segera dikirim. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN