بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Yang kutahu, cinta hanya akan berujung luka. Lalu, apa aku salah menghindari cinta itu? ~ Sembunyi Rasa ~ @JisiQ Pesan w******p yang kukirim kepada Fika tidak pernah ia balas. Bahkan sampai menginjak semester dua setelah liburan yang katanya satu tahun padahal dua minggu, aku dan dia belum juga baikan. Jika bertemu tak saling sapa. Saat aku tersenyum, dia pura-pura tidak melihat. Apa yang aku perbuat sebesar gunung? Dosaku seperti dihakimi oleh dia. Pernah, sekali, dia membeberkan aibku pada orang lain. Sampai-sampai aku disindir orang munafik. Astagfirullah. Aku tidak bisa menyangka Fika bisa mengaturnya. Sebelumnya saya harus membantunya yang seharusnya berubah menjadi perempuan yang lebih baik. Inikah balasannya? Wajar jika aku sakit hati.

