بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Inilah caraku mencintai. Yaitu dengan segala kepengecutanku. "Sshh ... Ru ... mi ...." Ayana tertegun mendengar nama yang terlontar dari mulut Arkanis kala diletakkan bubur di atas bufet. Kondisi lelaki itu tidak sedang baik-baik saja setelah acara reuni. Tapi dia tetap memaksakan pergi dari rumah. Orang tua Ayana menambah Arkan untuk tinggal sementara di rumah mereka sampai Arkan benar-benar pulih Dengan syarat, mereka tidak memberi tahu Meli bahwa dirinya sedang sakit. Arkan tidak mau khawatir kedua orang tuanya. Apa Arkan Suka Rumi? Apa gadis itu yang disukai Arkan? Pertanyaan itu mulai menari-nari di kepala Ayana. Ayana merasakan bahagia patah. Gadis itu bersandar di dipan tempat Arkan merebahkan tubuh. Jadi, selama ini penantiannya sia

