بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Perlunya berusaha hati, adalah untuk melindungi. Agar tidak asal jatuh, tanpa tahu telah jatuh di tempat yang salah. Arkan? Melihat pemulihan membuat mataku hangat. Sosoknya semakin mendekat, menjemputku, segera. Apa aku sedang bermimpi? "Arkan?" Wajah Arkan berubah. Dia Bukan Arkan. Dia Haykal. Ekspresi lelaki itu menunjukkan kebingungan. Aku segera mengedip-ngedipkan mata. Otomatis air gugur jatuh tempo, tentang make up. "Rumi? Kok kamu malah menyebut nama Arkan?" interogasi ibuku. "Dia Haykal." Saya ingin mengedarkan pandangan ke semua penjuru Masjid. Tak ketemukan lelaki yang sudah membuatku pecah. "Kamu keinget Arkan?" "A Arkan di rumah sakit, Teh," ucap adikku. Sontak saja dua bola mataku membulat. "Stttt .... Kamu bi

