Tepat jam delapan malam. Acara yang digelar sejak pagi tadi akhirnya selesai. Untuk merayakan keberhasilan sang putra yang telah menjadi CEO resmi dari perusahaan yang sudah Gabino dirikan sejak dulu, lelaki paruh baya itu mengundang Drew, Thea, Edse, Lyra, dan juga ke dua orang tua gadis itu untuk makan malam bersama. Tentu saja mereka semua memenuhi undangan Gabino. Atlas sudah mengganti jasnya dengan pakaian yang lebih santai. Lelaki itu menghampiri meja makan yang sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Semua orang yang duduk di sana tidak lagi memakai jas, maka dari itu Atlas berani membuka jasnya dan mengganti dengan pakaian rumahan. “Ra, lo nggak ganti baju?” tanya Atlas, yang sudah duduk di samping Lyra. Gadis itu masih menggunakan gaun yang tadi ia pakai di acara Atlas. “Lyra nggak

