Chapter | 33.2

1878 Kata

    Recidence and Heaven Ford     Semula pandangan di depan begitu menyesakkan karena memori itu masih membelenggu pikiran di dalam atau tanpa mengungkap merasuki jiwanya. Gerald terpaku melihat kondisinya masih saja menyedihkan, lalu ia memandangi telapak tangan berlumuran dosa yang takkan mampu ia sadari dengan naluri. Telapak kaki tanpa alas atau kain hangat melindungi tubuhnya yang terbelenggu.     Pelan pintu otomatis gerbang mansion terbuka diikuti para penjaga berlarian menuju di mana Gerald berada, mereka saling memandang satu sama lain hingga mengabaikan pikiran mereka lalu menyurukkan tangan di lengan sekedar membantu. Namun Gerald hanya mengangguk bahwa ia masih mampu berjalan menuju pintu utama tanpa sebuah pertolongan.     Satu bulan lebih Gerald tak memandangi bangunan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN