Langit-langit ruangan itu kini berubah seketika, hitam. Nessa gagal menggerakkan tubuh, ia hanya mampu berkedip menikmati pandangan yang begitu buram dan pudar. Hanya jari-jari tangan terpenuhi darah berhasil Nessa gerakkan, ia menggenggam erat kotak yang telah basah dengan segenap hati. Ya, kotak kecil hadiah untuk Gerald berisi tentang kehidupan baru buah hatinya, 'Apa semua itu benar? Jika iya, bayarlah segala dosa-dosa ayahku dengan cepat Tuhan! ampuni semua kesalahannya' bibir Nessa mampu bergerak tanpa mengemukakan suara terbungkus oleh rasa sakit, hatinya lah yang berbondong menciptakan sebuah penghakiman untuk dirinya sendiri. Mata Nessa tak lepas melihat tubuh bertelanjang d**a itu segera menghampiri, luka sayatan di lengan Gerald sungguh tak mampu Nessa lihat. Karen

