Semua kehidupan menengadah ketika mengucap syukur atas keberhasilan, menanti setitik kasih sayang. Tapi Nessa mengungkung dan melihat dengan jelas lantai yang ia pijak terasa dingin dan hampa, di depan cermin ia tak tahu dimana perginya kehangatan tubuh yang selalu memelihara dalam sentuhan bahagia itu. Nessa menciderai hati ketika melihat gambar potret di tangan, bibirnya takkan pernah berujar dengan kebaikan hanya jari tangan yang membelit beberapa wajah ceria keluarga Ford dan keluarganya. Terlalu menyilaukan jika Nessa harus membuka mata dan mendongak sekedar melihat langit-langit yang telah usang oleh usia. Seminggu semenjak kepergian Gerald Nessa hanya berdiam tanpa air mata karena cairan bening itu telah mengering dari pelupuknya, tak ada senyuman dari bibir tipisnya. Ia bu

