Chapter | 12.2

2011 Kata

     Tangis Nessa masih terngiang saat Gerald mengecup dalam-dalam bibir mungilnya, sesak hingga pasokan udaranya terkuras. Akan tetapi degup jantung Nessa kian berirama, tubuhnya diam seolah menerima bahkan bertahan tanpa melawan,      "Jangan menangis!" Rasa manis itu takkan cukup di lidah Gerald. Ia memungut dagu Nessa di dalam kecapan sela mulutnya, menyesap hingga berakhir di aroma kulit leher.      "Kau sedang menginginkan aku malam ini?" Tanya Nessa menahan sesak di d**a.      "Ya." Jeda Gerald pada lumatan di leher, ia menguatkan lengan menahan tubuh wanita miliknya.      "Kau keberatan?" Nessa terkejut akan tanya pria yang tengah menggendongnya.      "Ya." Pengakuan itu terdengar samar, Gerald melahap dagu Nessa kembali.      "Jangan berbohong Honey!" Gerald melekatkan kenin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN