LXXXIII

1826 Kata

“Selamat atas kemenangan kalian. Gue senang bisa jadi saksi kemenangan pertama kalian.” Gea menjulurkan tangannya, Fatiah langsung menerima jabat tangan Gea. “Kalian hebat banget.” “Makasih, Ge. Kamu juga hebat, bentar lagi jadi anak kuliahan nih...” puji Fatiah balik. “Kita masih anak putih abu-abu, masih setahun lagi buat tamat SMA.” Gea tersenyum malu. “Muka gue udah gak cocok jadi anak SMA, makanya gue belajar rodi biar cepat tamat. Gak kayak muka Lo yang masih baby face aja.” Sekarang giliran Fatiah yang tersipu malu terlebih lagi, saat Haikal entah kenapa malah mengangguk seolah membenarkan kalimat terakhir Gea. “Eh, Btw gue sekarang manggil Lo apa nih? Gue tetap boleh manggil Lo Khayla, kan?” “Hem.” Fatiah mengangguk samar. “Kamu boleh panggil aku Khayla kalo gak ada orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN