Haikal terkekeh, masih tidak tahan melihat wajah cemberut abangnya yang benar-benar patah hati karena kejutannya gagal total, bahkan saat lamarannya di tolak, Fauzan tidak sekeki ini. Sepanjang salat di masjid, Fauzan sama sekali tidak tersenyum, dia hanya senyum saat ada bapak-bapak yang melempar senyum, atau pemuda sebayanya yang menyapa ramah, hanya sekedar formalitas, lagian berwajah masam itu tidak baik, bisa-bisa memutus tali silaturrahmi. Dan setelah semua formalitas itu, wajah Fauzan kembali lempeng, sama sekali tidak menarik ujung bibirnya ke atas, se pun Dzawin dengan tingkah konyolnya yang tanpa sengaja mengambil sarung milik bapak-bapak yang sengaja melepas sarung saat mengambil wuduh, alhasil Dzawin hampir menjadi terdakwa maling sarung, beruntunglah dengan wajah memelasnya

