PART 20 “Ara, tidak bisa. Kamu harus banyak istirahat, lihat wajahmu ... bahkan belum sama sekali pidar memarnya, hanya saja tidak bengkak lagi.” Elvano mencoba memberi pengertian pada Arabelle bahwa sore inu dia tak bisa ikut dengan Elvano untuk melihat keadaan Alex di dalam tahanan. Bukannya mengerti Arebelle malah merajuk, memberengut penuh kekesalan pada Elvano. “Tapi aku ingin melihatnya, pengen banget meninju wajahnya!” Elvano melotot, dalam keadaan tidak baik begini saja gadis barbar itu masih sempat memikirkan ingin membalas berbuatan Alex kepadanya. Kelewat berani! Astaga. “Baiklah! Cepat ganti bajumu dengan baju yang Remon bawakan tadi.” Arabelle mengangguk mantap. Dia membuka paper bag yang mewadahi pakaiannya, beserta pakaian dalam. Tunggu, Arabelle mengernyit, Remon

