"Halo." suara perempuan. Veroniccha terdiam dengan jantung yang kian berdetak tak beraturan. Napasnya membara. Setelah lima hari tanpa kabar kini Davino malah membiarkan wanita memegang ponselnya. "Kau siapa?" tanya Veroniccha begitu dingin. Wanita di seberang sana malah terdiam dan kini terdengar isak tangis yang membuat pikiran Veroniccha tak karuan. "I.. Ic.. Cha," katanya lagi terbata. Veroniccha terdiam. Suara yang bahkan ia tak berani memimpikannya kini didengarnya. Tapi, apakah nyata? "Ma..ma," sahutnya. *__* Veroniccha meremas kedua tangannya gelisah. Keringat dingin telah membanjiri wajahnya. Ini mendebarkan lebih dari ketika ia akan melahirkan waktu itu. "Jangan tegang, Ccha. Rileks." Nina yang duduk di sampingnya menenangkan. Hanya Veroniccha disini yang merasakan peras

