DuaPuluhSatu

990 Kata

Veroniccha masih mondar mandir dengan sumpah serapah di mulutnya. Sejak 20 menit yang lalu Veroniccha menyuruh Dennis membeli obat demam dan sampai sekarang belum kembali. Belum lagi Davino yang sejak demam menjadi rewel sekali. Sukses membuat Veroniccha hampir pecah kepalanya! "Ve!" Veroniccha kembali mengumpat saat mendengar teriakan Davino dari kamarnya. "Iya, Vin,  sebentar. Buburnya sudah hampir selesai," jawab Veroniccha berteriak juga. Veroniccha bingung. Davino sedang sakit tapi suaranya bisa sekencang itu saat berteriak. Padahal kamar mereka di lantai atas dan rumah Davino tidaklah kecil. Setelah bubur matang, dengan segera Veroniccha kembali kekamar dan melihat Davino yang sedang mengerucutkan bibirnya. Veroniccha mengabaikan wajah kesal Davino dan membantu Davino duduk bersan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN