Lalu ketika kau memutuskan untuk menggenggam erat tangan ini, jangan sekali-kali mencoba untuk melepasnya. Karena kau akan mati, berikut hatiku. . . . Ada sebuah hal yang lebih indah dilihat dari tulip kesayangannya, wajah tidur Davino. Veroniccha begitu menyukai wajah polos Davino seperti saat ini. Saat Davino meletakan kepalanya pada pangkuan Veroniccha dan Veroniccha membelai lembut rambutnya sampai Davino berkelana dengan mimpi. Ketika seseorang menyebut cinta adalah sebuah kekalahan, Veroniccha lah orang pertama yang mengakuinya. Nyatanya ia sudah kalah telak saat nekat untuk tetap tinggal di sisi Davino. Memutuskan perjalanan panjang yang sudah hampir ia selesaikan. Ia kalah pada hatinya. Nyatanya, mimpi buruk pendukung sudah tak hadir lagi saat ia mulai mengklaim sebuah pelukan

