"Vin!" "Hmm." "Kita mau kemana?" "Rumah." Veroniccha mendengus mendengar jawaban Davino. Sedari tadi hanya itu yang ia tanyakan di dalam mobil dan hanya itu jawaban yang Davino beri. Davino menghentikan mobil di depan sebuah mini market. Lalu menatap kearah Veroniccha yang bingung menatapnya. "Ada apa?" "Ve, dengarkan aku." Davino menarik nafas dalam kemudian membuangnya. Ia harus memberi tahunya dahulu sebelum Veroniccha mengacaukannya. "Kita akan kerumah papamu." Kalimat itu meluncur berikut Veroniccha yang membuka pintu mobilku. Davino menarik tangannya sebelum perempuan itu keluar dari mobil. "Aku. Tidak. Mau!" Ia menekankan setiap katanya. "Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan ayahmu. Tapi, kau adalah seorang anak dan seharusnya berbakti kepada orang tua. Terlepa

