"Kak Nevan kenapa?" Nevan menggeleng tanpa menatap Reya yang sudah duduk di sebelahnya. "Tapi tadi mata kak Nevan merah, kayak mau... Nangis." Reya merendahkan suaranya di kalimat terakhirnya. Nevan menatap Reya, "kelilipan." Balas Nevan membuat Reya langsung mengangguk percaya. "Kita langsung pulang?" Tanya Reya dan dibalas gelengan oleh Nevan. Reya memiringkan tubuhnya menatap Nevan dengan satu tangan yang berada di setir mobil. "Kalo gak mau pulang jadi kak Nevan mau ngapain?" "Ikut Lo." Nevan memejamkan kedua matanya memasukkan tangannya ke kantong jaket. "Tapi..." Reya terdiam karena telunjuk Nevan berada di bibirnya. "Tapi saya mau pulang." Kedua mata Nevan terbuka lebar, "ya udah gue ikut!" Nevan mengangkat satu tangannya ketika Reya hendak membuka suara. Nevan turun dar

