20

2329 Kata

"Reya, ada Nevan." Reya mengalihkan tatapannya dari cermin pada Marisa yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu. "Iya, Ma. Bentar lagi Reya keluar." Marisa mengangguk lalu menutup pintu kamar Reya. Ketika sudah tidak ada Marisa, Reya langsung bergerak gelisah mulutnya mulai berkomat-kamit dengan jelas. "Malu banget kalo harus ketemu." Kata Reya berjalan kesana-kemari. Reya berhenti bergerak berdiri di depan cermin memperhatikan dirinya, terutama wajahnya. Tangan Reya bergerak menyentuh bibirnya. "Aaahhh! Udah dua kali lho!!!" Reya menggelengkan kepala karena kejadian kemarin melintas di benaknya. Reya menghela napas panjang membenarkan tatanan rambutnya yang tergerai serta baju berlengan panjang yang ia pakai. Kepala Reya menunduk memperhatikan sepatunya, ia memakai sepatu pem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN