*** Author POV Aikah terlihat sangat gugup, seperti kebiasannya menggigit bibir bawahnya.. menunggu guru les membagikan lembaran tulisan itu. "Mati gue. Mati gue. Mati gue." Umpat aikah dalam hati. "Kak, tulisannya jangan di bacain dong. Maksudnya kakak ajah yang baca, kakak ajah yang nilai... Yah yah kak?" Kata Nindy.. Memohon. Aikah yang mendengar perkataan sahabatnya itu, spontan menoleh melihat Nindy dan... "Layy, lo curhat juga?." Bisik Aikah langsung. "Iyaa Kah. Gue curhat tentang Putra. Adu mana tulisan gue alay banget lagi. Bisa-bisa gue di ketawain doang." "Tenang, lo ga sendiri. Oke?." "Tunggu... Jadi, maksudnya. Jangan bilang lo tulis tentang Afli?." Aikah mengangguk pasrah. "Demiii?" balas Nindy yang sudah menutup mulutnya, menahan tawanya. "Gue kirain cuman di k

