Karmila agak kurang sehat pagi ini. Dia meminta suaminya untuk mengantarkan ke rumah sakit. Andai tak terpapar virus jahat ini, dia lebih suka berobat ke dokter umum saja. Ada dua dokter buka praktik tak jauh dari rumahnya. Kulitnya yang kuning langsat terlihat pucat dengan wajah merona memerah. Nadio sedang mematut depan cermin saat terdengar benda jatuh dari dalam toilet. Seketika pria ini gegas lari ke toilet. "Sayang, buka pintunya! Sayaang?" Nadio mengetuk pintu beberapa kali, tetapi tak terbuka juga. Saat tubuh pria ini sudah bersiap mendobraknya, tiba-tiba pintu terbuka. Karmila keluar dengan langkah sempoyongan. Kemudian, dia ambruk dalam pelukan sang suami. Nadio segera membopong tubuh Karmila ke atas ranjang. Baru kemudian, pria tersebut menelepon pihak rumah sakit agar bisa

