"U-udah bangun?" tanya Nadio gugup yang langsung menon-aktifkan ponsel. Karmila tersenyum sinis lalu menatap layar ponsel. Beberapa saat, dia pun telah menerima panggilan. "Selamat Siang, Pak. Tolong ditunggu di depan warung soto. Sebentar lagi saya sampai," kata Karmila mengakhiri hubungan telepon. Karmila melihat wajah sang suami dari pantulan kaca sipon. "Kita makan soto? Kebetulan Abang lapar," ucap Nadio antusias tetap dengan ekspresi canggung. "Aku sama Ibu naik taksi aja. Abang pasti sibuk, udah ada yang teleponi mulu. Udah samperin aja. Gak usah mikirin aku. Sebelum Abang ke Singapura, aku akan pulkam. Abang berhak bahagia dan aku pun ingin hidup tenang. Terima kasih, selama ini selalu perhatian padaku dan keluarga." Nadio seketika kaget dengan ucapan Karmila barusan. Pria ters

