"Sayang, percaya ke Abang. Kami gak ada hubungan. Hanya Miss. Vivian pandai mencari kesempatan. Rasa empati Abang dipermainkan," jelas Nadio kemudian. "Kalian pernah mabuk berdua?" tanya Karmila penuh selidik. "Enggak! Abang hanya antar jemput dia ke klinik. Gak lebih." Karmila terdiam. Tatapan mata ke arah gemerlap lampu-lampu kota yang tampak dari kejauhan. Dia tak habis pikir dengan para lelaki di sekelilingnya, begitu mudahnya luluh oleh bujuk rayu wanita lain. "Sayang, maafin aku. Selama berinteraksi dengan Miss. Vivian, aku kaga pernah mau ditawarin makanan maupun minuman. Tetap waspada. Aku lakuin demi kemanusiaan doang," jelas Nadio sembari memutar tubuh sang istri agar bisa berhadapan. "Apa mungkin alasan Paklek demi kemanusiaan juga? Bukan perkara rasa manusia atau hewan. Ke

