If "happy ever after" did exist I would still be holding you like this -Payphone (Maroon 5)- ____________________________ MINERVA POV Aku membuka mataku, rasa silau dari sinar matahari yang sangat cerah langsung menusuk mata ku, membuatku kembali menyipitkan mata untuk menyesuaikan cahayanya. Rasanya seluruh tubuhku sangat lemas dan berat, sedikit rasa sakit dan nyeri di betis ku. Untuk beberapa saat aku hanya termenung di atas kasur. Sepertinya kesadaran ku belum kembali sepenuhnya. Setelah beberapa saat, barulah aku melirik seisi ruangan. Aku baru sadar jika aku terbangun di ruangan asing, atau aku bisa menyebutnya sebagai sebuah kamar? Kamar ini terlihat sangat besar, di dekat kasur tempat ku tertidur ada sebuah jendela kaca besar. Lantai yang dialasi oleh karpet, rak-rak yang

