Minerva terdiam menutup mulutnya rapat setelah Lucien tiba-tiba menciumnya. Matanya membelalak, itu terjadi begitu saja dan sangat cepat. Minerva bahkan masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Sedangkan disisi lain, wajah Lucien sudah sangat merah sampai ke daun telinga dan lehernya, seperti kepiting rebus. Kulit Lucien bahkan tidak putih tapi begitu kentara. Lucien terkesiap, dia bahkan juga terkejut dengan apa yang baru saja ia lakukan. Dia sudah berusaha menahannya selama ini, dia tidak menyangka akan kehilangan kendali seperti ini. "Minerva... Aku.." Lucien bahkan tidak bisa berkata-kata pada Minerva karena merasa malu. Jantungnya berdebar-debar sangat keras, sampai ia khawatir jika Minerva bisa mendengarnya juga. "Kenapa kamu melakukan itu?" Tanya Minerva masih menutupi

