Hampir saja benar-benar jebol, suara ponsel Reyhan di atas nakas berbunyi nyaring. Reyhan menghela napas, menarik tubuhnya dan mengambil ponsel. Archy sontak menarik selimut. Fiuh! Reyhan menempelkan ponsel itu di telinganya. Pembicaraannya nampak serius, kemudian ia mematikan ponselnya. Archy memandangi Reyhan. Buset, besar sekali! Baru kali itu ia melihat bentuk nyata di hadapannya. Membuat ingin pingsan saja, pantas susah jebol atuh. "Chy, aduh. Kemarin aku operasi anjing, tapi anfal. Pemiliknya buat kegaduhan di klinik. Maaf ya sayang, kita bisa lakuin lain kali." Reyhan terlihat tidak ingin mengecewakan Archy. Archy tertegun. Ia bergegas meraih pakaiannya dan memakai pakaian tersebut. Reyhan terlihat mencuci muka dan memakai pakaiannya. "Nanggung ya sayang? Maafin, n

