Archy menatap rumah Tuan Camelyo pagi itu. Ia duduk di sebelah Reyhan yang mengantarnya pulang. Rasanya aneh harus menemui Tuan Camelyo dalam keadaan sudah melakukan percintaan dengan Reyhan. "Aku antar masuk ya? Maaf Aa gak bisa lama-lama karena harus ke klinik." Reyhan mengusap surai Archy. Archy mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam rumah. Namun, keduanya tertegun mendapati mobil orangtua Tuan Camelyo di sana. "Loh, Mama Papa Iyo datang?" Reyhan tertegun. Archy menghela napas. Hmmm, pasti bakal ngomongin kapan Archy dan Reyhan menikah. Tanpa mereka sadar, Archy itu cinta sama Tuan Camelyo. Langkah kaki Archy berhenti kala orangtua Archy duduk bersama seorang wanita cantik di sana. Di hadapan mereka duduk Tuan Camelyo yang langsung melirik kedatangan Archy dan Reyhan.

