Pertemuan

1270 Kata
"Kakak ... Abang ....." "Isshh dimana sih .. ??? Ily cape kakak abangg ..." rengek Willy Hihihi ... Sean dan Seano terkikik geli melihat rengekan Ily. Mereka sedang bermain petak umpet. Dor!!! Aaahhkkk "Iissshhh kakak, kok kagetin Ily sih ???" "Uuhhh .. lucu banget sih adiknya kakak ini." Ucap Sean sambil mencubit pipi Ily, Seano mengecup pipi Ily karena gemas. "Adek abang kenapa sih? kok cemberut gitu?" Tanya Seano penasaran. "Kakak sama abang ngumpetnya susah banget di temuin, Ily kan cape nyari nya." "Yaudah kalo gitu sekarang Ily yang ngumpet biar Abang yang jaga." "Okey!" ucap Ily dan Sean berbarengan. "1 ... 2 ... 3 ...." "Ssstttttt...." Ily hanya mengangguk tanda mengerti jika ia tak boleh berisik. "Ily?" "Sean?" Teriak Seano yang sesekali dilirik kan ke arah. "Illyyyyy!!!" "Seeeaannnn??" "Dimana ya ??? Huft .. rumah kebesaran sih ... jadi susah carinya." Berbeda dengan ditempat persembunyian. "Kak—" bisik Ily pada Sean. "Sssttt jangan berisik dek." "Ihh itu—" "Apa ???" "Ituu .. ada itttuuuuu...." Ucap Ily gemas karena Sean tak kunjung melihat sesuatu yang ditunjuk oleh Ily. Sesuatu yang bergerak mendekat dan.... Aaahhhkk Aaahhhhh "Lari Ily ... lari!!!" "Kakak, tungguin Ily." "Naaahhhh! ketemu juga kalian." Pekik Seano pada Ily dan Sean buat mereka senang. "Aaahhhkkk ... abang bikin kaget aja sihh!" "Hehe ... kalian sih sih ?? Kok lari-lari?" "Itu bang, ituuu ..." ucap Sean sambil terengah-engah. "Itu apa ..?" "Itu ada ..." Aaahhhkkkk !!! ekik mereka bertiga kemudian kembali. "Itu kalian nemu dimana ??" "Di .. di Tempat kita sem- Sembunyi Bang ..hah ... hah ..." Lelah, itulah kata Yang kini mereka Rasakan. "Ck, dasar kecoa terbang !!!! Harusnya dia kan gak ada di rumah ini." "Yaudah sini abang peluk." Mereka akhirnya berpelukan. "Bang ?? jangan ngelus-ngelus kepala aku dong." "Hah?" “Abang ngelus kepala aku kan?” ucap Sean pada Seano namun Seano menggeleng. Saat disentuh. Aaahhhkkkkkk, mereka bertiga kembali lari kecoa terbang itu. "Abanggg ... Ily takut, hikss hikkss." Ily mulai menangis karena takut. "Ayo sini." Seano menggenggam tangan Ily meninggalkan Sean yang sedang bergidik sambil berlari. Mereka pun akhirnya masuk ke kamar Seano. "Udah .. jangan nangis, kecoanya gak akan ikut kesini." Ily hanya mengangguk, kemudian pintu kamar terbuka dan muncullah Sean dengan muka merah karena gentar dan lelah. "Abang—" "Yaudah, kakak juga tidur disini." Akhirnya mereka bertiga tertidur dengan Ily yang berada di tengah-tengah mereka. Akhirnya, Setelah 12 tahun terlewati, kini Ily sedang menyiapkan barang-barang untuk pergi ke sekolah barunya berangkat. "Ahhh ... gak sabar banget!" Batinnya begitu senang. "Emm .. abang sama kakak lagi apa ya ??" Ily keluar kamarnya, kemudian dengan akhirnya ia membuka pintu kamarnya. "Ohh ... Ternyata mereka berdua sedang bermain PS." "Huhhhh BT!" "Apakah dia ada disini pasti gak akan tau kan ??" "Hihihi ... numpang tidur ahhh." Dengan perlahan Willy mulai membuka kamar sang abang dengan kaki yang di jinjitkan agar tak menimbulkan suara, sampai akhirnya dikasur ia langsung merebahkan pertarungan dan menutupnya dengan selimut. "Eeummm wangi abang enak banget." Batin Ily sembari mencari posisi ternyamannya. Akhirnya, Seano dan Sean akhirnya menyelesaikan permainan mereka. Sampai saat mereka akan keluar, Seano melirik ke atas tempat tidurnya dan ternyata benar. Adik bungsunya yang manis sedang tertidur.Seano dan Sean memulai dengan perlahan, kemudian mereka mengecup kening Willy secara bergantian. Di kediaman lain "Keaaaannnn ... bantuin mama!" "Apa mah ??" "Ini bantuin buka tutup botol." Sang mama hanya menyengir seraya memberikan botolnya. "Ck, mama gimana sih ?? Masa buka tutup botol aja gak bisa?" "Hihi .. biar kamu ada kerjaan, eh berangkat kamu mulai MOS ya ??" "Hm .. iya ma, cuma kita gak akan ada MOS, gak tau kenapa, untuk tahun ini paling bebas guru dan lingkungan sekolah aja." "Loh ?? Kok ga ada MOS ?? Gak seru dong!" "Itu permintaan dari atasan juga ma." " Ohh begitu, yaudahlah, asal kamu jangan kecapean yaa." " Siap mamaku sayang." Kean pun akhirnya kembali ke dalam kamarnya. "Semoga esok akan jadi hal baru yang menyenangkan." Kean adalah orang yang sangat dingin. Sangat, sangat, sangat dingin entah darimana sifat itu muncul, padahal kedua orang tua termasuk golongan orang ramah dan banyak bicara. Kean adalah Wakil Ketua OSIS yang disekolahnya. Kean juga tak kalah populernya dengan si kembar Azfary. Sinar mentari pagi telah diterbitkan menampakkan cahayanya. "Ma, Kean berangkat dulu ya, Kean tertunda, lupa bakalan ada breafing dulu." "Eh– eh ... tunggu, ini di bekal makannya." "Okey, bye ma." "Bye, hati-hati di jalannya sayang." Teriak sang mama karena Kean sudah jauh dari pandangannya. Di Mansion Azfary "Selamat pagi semuanyaaaa." "Pagi sayangg." Ily mencium sang mommy. "Pagi sayang." Ily pun pindah kemudian mencium daddy nya. "Pagi kakak." Terakhir, Ily mencium pipi kedua abang kembarnya berganti dan di balas dengan kecupan di pipi kedua Ily bersamaan. "Sudah siap bersekolah?" "Siap daddyyyy!" Pekik Ily dengan girang. "Okey kalian sarapan dulu, setelah itu kita berangkat." "Daddy siap!" ucap sang anak begitu serempak membuat kedua orang tua mereka terkekeh geli. "Aku selesai." "Aku juga." "Aku sudah selesai." "Kalo begitu aku mau pergi sama siapa? Abang, kakak, atau ayah?" "Udah ayo dek, sama abang aja." Sahut Seano dengan semangatnya. "Eh–eh .. ga bisa gitu, udah Ily sama kakak aja." Ketus Sean saat Seano akan mendahuluinya. "Abang!" "Kakak!" Tanpa mereka sadari, Ily tengah pergi dengan sang daddy yang sebelumnya telah berpamitan pada istri tercintanya. Suara mobil meninggalkan pekarangan rumah terdengar dan menjauh, dan setelah mereka sadar. "Kakak sihh .. jadikan Ily sama daddy!" "Abang juga salah ya!" "Ck .. berisik, eh. Buset Abang telat, lupa mau breafing!" pekikan Seano yang terhindar dari mereka. "Ayo." Akhirnya mereka berdua pergi ke sekolahnya Seano dengan mobil sportnya, sedangkan Sean dengan motor sportnya. Kalo mau tanya kenapa sean pakai motor ?? Dia pasti akan jawab Karena motor pake sifat bad boy-nya terlihat lebih menonjol. AIS (Azfary Internasional School) "Sudah sampai, hati-hati sayang, jika ada apa yang langsung menghubungi kakak atau abang ya." Ucap William seraya mengelus kepala Ily. "Iya daddy, aku pergi dulu, daddy juga hati-hati ya." Pamit Ily kemudian mencium pipi sang daddy. "Wahh ... ternyata besar juga sekolahnya." Banyak dari mereka yang kini tengah memperhatikan gerak-geriknya. "Siapa itu ??? Imut." "Sekali Cantikkkkk!" "Dia mau gak ya jadi pacar gue?" "Manis banget sihhhh" "Dia artis bukan sih ?? Rambutnya bagus banget!" "Iya, kulitnya juga!" Tak lama kemudian muncul lah mobil sport keluaran terbaru. Setelah memarkirkan mobilnya keluarlah sang pemilik mobil tersebut. "Keaaannn Aahhh" "Cowok gue!" "Itu kakak kelas kita ?? " "Ganteng banget ..." "Mau jadi pacarnya donggggg." "Aah ga salah pilih sekolah gue. " Begitulah pujian yang terlontar untuk Kean, setelah itu ia melihat jam dipindahkan, dengan mata membola ia berlari sampai tak sadar akan apa yang terjadi selanjutnya. Bbrruukkkkk Tabrakan itu tak terelakkan lagi. Kean dan Ily sama sama terjatuh. "Aahh ... mommy, ini sakit sekali." Batin Ily seraya menatap kedua telapak tangannya. "Eh, maaf, gue gak sengaja." Ucap Kean pada seseorang yang kini terduduk di hadapannya yang masih tetap dingin. Ily mendongakkan kepala menatap sumber suara. "Cantik, manis ... siapa dia ??" "Adik kelas kah?" Hayalan Kean terbuyar saat ada seseorang yang mendorongnya menjauh dari tempat ia berpijak. "Sialan, lo apain dia hah?" "Eh, apaan nih? gue gak sengaja!" "Alah .. alasan lo!" Sean yakin saat orang yang disayang nya terduduk dengan darah di telapak tangannya walau sedikit, Sean dan Seano selalu tetap agar agar ada yang membuat adiknya kesakitan. Saat sean akan menyerang Kean, gerakannya tiba-tiba terhenti, Ily menarik narik ujung baju Sean yang keluar, seperti anak kecil yang ingin meminta permen , kemudian Ily berbicara pada Sean. "Kakak, ayo, nanti Ily telat." "Tapi tangan kamu ??" Ily hanya menggeleng tak tau harus apa. "Kita ke UKS dulu ya, nanti kakak izin ke ketua OSIS nya." Ily mengangguk lucu di hadapan Sean dan juga Kean. Percakapan Sean dan siswi yang sekarang di bawanya ke UKS menjadi perhatian anak-anak sekolah dan juga Kean. "Sean si anak cool bad boy?? Bicara manis? Atau perasaan gue aja nih?" Batin Kean bertanya-tanya. Tak hanya Kean, murid yang sekarang satu angkatan dengan Sean juga kakak kelas, begitu terkejut melihat Sean seperti itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN