Sekarang Ily berada di rumah sakit dan berada di gendongan Kean, darah yang mengalir dari hidung Ily telah berhenti. Setelah masuk ruang UGD, baru datanglah Sean dengan rambut acak-acakannya dan baju yang kurang rapih. "Gimana Ily?" "Baru masuk UGD, lagi di periksa." "Ck, keras kepala banget sih, disuruh jangan sekolah malah ngeyel." "Ya, begitulah Ily.lp" Sean mengacak rambutnya sebagai pelampiasan rasa frustasi nya. Saat sadar, ternyata masih ada Kean di antara mereka berdua. "Lo ngapain masih disini?" "Nunggu Ily." "Ily?" Kean hanya mengangguk membenarkan. Sean mencengkram kerah seragam Kean. "Ily tuh panggilan kesayangan kita, lo orang baru, jangan harap bisa panggil Ily dengan sebutan itu." “Terserah gue dong, Ily aja gak protes.” Buughh , Sean pun langsung menin

