Dimas masih berada di kamar Indri di rumah wanita itu, pria itu baru saja selesai berpakaian rapi dan bersiap untuk ke rumah sakit. Mata Dimas menatap Indri yang masih terbaring lemas setelah percintaan mereka yang terakhir. Indri benar-benar berbeda dari istrinya Dian. Wanita itu begitu percaya diri dengan seksualitasnya, tanpa merasa malu atau canggung Indri tidak peduli bila berbaring tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh mulusnya. Malah wanita itu berbaring menggoda di depan Dimas, berbaring miring dan menyangga kepalanya dengan tangan yang terlipat, membuat pria itu ingin kembali menikmati tubuh seksi Indri. Rasanya Dimas enggan ke rumah sakit dan malah lebih ingin bersama dengan Indri, kembali mereguk kenikmatan surgawi. "Harusnya kamu minta Dokter pengganti saja hari ini

