Indri baru saja selesai mandi dan melangkah keluar dari dalam kamarnya. Raut wajah Indri begitu cerah. Semalam adalah malam yang luar biasa bagi wanita itu. Ketika tadi dirinya bangun sudah tidak ada Liben lagi di samping wanita itu padahal semalam keduanya tertidur karena kelelahan setelah terakhir kalinya mereguk kenikmatan. Setiap melangkahkan kakinya, Indri bisa merasakan rasa tidak nyaman di daerah kewanitaannya akibat keganasan Liben semalam. Satpamnya itu benar-benar luar biasa perkasa membuat Indri ingin merasakan kembali kenikmatan yang diberikan oleh pria itu. Wajah cantik Indri masih tersenyum lebar ketika duduk di depan meja makan dan mulai menyantap sarapannya. Matanya melirik ke arah HP nya yang berbunyi pertanda ada pesan yang masuk, ternyata pesan itu dari Dimas yang men

