Langkah kaki Dian begitu pelan. Akhirnya hari ini terlewati juga. Perasaan wanita itu sedari tadi pagi kacau karena mendengar kabar tentang Alex, masih ada perasaan tidak terima di hati Dian. Wanita itu masih tidak percaya dengan berita kecelakaan Alex apalagi kondisi muridnya itu koma. Dari rekan gurunya, Dian tahu kalau keluarga Alex akan membawa pemuda itu keluar negeri untuk berobat dan kemungkinan Dian tidak akan tahu lagi tentang kondisi Alex kecuali kalau Dian bertanya kepada teman-teman Alex di sekolah. Dian lalu berdiri di depan gerbang sekolah menunggu taksi lewat yang akan mengantarkan dirinya pulang ke rumah. Ketika ada motor yang berhenti di depannya membuat wanita itu mengerutkan keningnya, penasaran siapakah orang tersebut. "Siang Bu Dian, mau pulang ?"tanya Pak Agus g

