Jam praktik Indri baru saja selesai. Mata wanita itu melihat ke arah jam tangan yang bertengger cantik di lengannya. Angka 8 terlihat dari jarum jam. Pintu ruang praktik Indri terbuka dan masuk lah perawat yang biasa membantunya dirinya ketika sedang praktik. "Permisi Dok, tadi adalah pasien terakhir buat malam ini ," jelas perawat pendamping Indri. "Ya kalau begitu beres-beres dan kamu sudah boleh pulang, terima kasih buat bantuannya," sahut Indri ramah yang dibalas dengan senyuman oleh perawat tersebut dan pamit keluar dari ruang praktik Indri. Setelah kepergian perawat tersebut, Indri di tinggal sendirian. Wanita itu masih duduk termenung, rasanya malas untuk pulang ke rumah karena lagi-lagi suaminya berangkat ke luar kota setelah sempat pulang sebentar, bahkan Indri dan suaminya han

