Garka melirik ke arah seorang gadis yang beberapa jam lalu ia debat melalui ekor mata nya. Terlihat gadis itu memasang wajah cemberut yang terlihat lucu. Gadis itu berdiri sambil memperhatikan Pita yang tengah memoles wajah Kania, di tangan gadis tersebut tengah memegang peralatan make up Pita dan juga beberapa baju. Tak sadar bibir Garka sedikit terangkat saat melihat gadis itu yang tidak mau diam di tempat nya. Entah apa yang Garka pikirkan saat tadi. Melihat kamera nya jatuh dengan lensa utama yang retak membuat kemarahan nya langsung tersulut. Sebenar nya Garka tidak harus sampai seemosi itu, karena lensa tersebut hanya retak sedikit dan bisa di ganti. Kamera nya baik-baik saja. Tapi, ada suatu rasa yang ingin Garka lakukan saat melihat pelaku penendangan botol itu. Garka tak dapat

