Tidak terasa proses persiapan pesta pernikahannya berlangsung cepat, selain wedding planner, selama sebulan itu Tif di bantu oleh Emily, Sabrina dan ibunya Regan, Astuti. Beberapa kali mereka berkumpul untuk sekedar memilih makanan apa saja yang akan di hidangkan, baju mana saja yang akan ia kenakan, makeup artist mana yang mereka pilih untuk pengantin. Semuanya di diskusikan bersama – sama. Tif bersyukur di saat seperti ini ia justru mendapatkan teman sebaik Sabrina dan calon mertua seperti Astuti. Walau pun pada awalnya ia sempat mengira Astuti tidak akan menyetujui pernikahan mereka, tapi pada akhirnya wanita paruh baya itu menyatakan kasih sayangnya melebihi yang Tif perkirakan. Ayah Regan lah yang Tif khawatirkan, pria itu masih belum terlalu menunjukan kesetujuannya pada pernikahan

