H2 - 27

1946 Kata

Tif dengan gelisah menunggu kabar dari anton. Ia sudah menghubungi sendiri pria itu tetapi tidak ada jawaban. Pria itu tidak mengangkat sekali pun panggilan darinya. Sehingga ia terpaksa meminta anton datang ke tempat pria itu untuk berbicara langsung dengannya. Telepon tif berbunyi. Ia langsung mengangkat panggilan itu dengan gesit. “Halo, ton? Gimana?” “Pak regan lagi jalan ke sana. gue udah kasih tahu alamat hotel lo. Jangan khawatir, ya.” Tif mendesah lega mendengar perkataan anton. Sebenarnya bisa saja pria itu memberikan uang itu melalui transfer bank tapi mungkin pria itu ingin jaminan yang ia janjikan. Ia tidak keberatan asalkan pria itu ada di sini untuk menyerahkan uang itu secepatnya sebelum waktu yang di tentukan berakhir, seperti yang di minta penculiknya. “Thank you ya, to

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN