"Jadi ke toko buku Kay?" tanya Vanessa yang tengah berjalan di sebelah Kayla sambil memakan batagor di tangannya. Kayla melirik Vanessa sekilas, tanpa mengatakan apa pun Kayla menggeleng. Vanessa hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Kayla benar-benar telah berubah, gadis itu menjadi lebih dingin dari sebelumnya, tak ada senyum manis, tak ada tawa ceria, semuanya lenyap. Meski Kayla telah memaafkannya namun tetap saja, Vanessa tak dapat menemukan sosok Kayla yang dulu dia kenal. "Kay?" panggil Vanessa membuat Kayla menengokkan kepalanya. "Apa?" "Jangan gini dong Kay," ujar Vanessa. Sebelah alis Kayla terangkat tak mengerti. "Jangan gini gimana?" tanyanya. Melihat Kayla yang hendak kembali berjalan membuat Vanessa terpaksa menarik tangan gadis itu. Sempat ada penolakan namun Vanes

