"Queen." panggil Justin yang mampu membuatku pun menoleh ke arah dirinya. "Gue seneng banget Lo dan juga bayi lu baik-baik aja." "Kenapa Lo tolongin gue? Harusnya lo biarin aja gue pergi ke surga bersama dengan orang tua gue Justin." "Queen, kok nggak boleh ngomong kayak gitu lu dan juga bayi yang di kandungan lo itu harus tetap sehat dan hidup." "Percuma, Justin. Buat apa lagi gue hidup nggak ada yang harus gue perjuangin. Justru kalau gue hidup itu akan menambah beban yang beratnya hidup gue apalagi harus ngurus anak ini sendirian tanpa seorang ayah dan lagi gue bakalan jadi banyak omongan orang karena gue hamil tapi belum menikah." Ucapnya dengan nada lirih. Justin yang melihat Queen benar-benar tidak tega sungguh Ingin rasanya dirinya berada di posisi wanita itu namun hal itu tida

