Bab 20

1356 Kata

Rasanya tidak sekejap pun mataku terpejam malam ini, segala rasa tercampur aduk menjadi satu. Aku kembali kerumah setelah pembicaraan tentang pengantin pengganti, rasanya aku tidak ingin tau sama sekali tentang rencana mereka. Hatiku sudah terlalu hancur, berserakan tercecer hingga tak berbentuk. Aku menghabiskan waktu di atas sajadah malam ini, mengadukan betapa sakitnya hatiku pada Sang Pencipta, Tidak kupedulikan teman-temanku yang datang, biarlah Mas Wahyu yang menyambut mereka. "Mbak ...." Marisa membelai pundakku. "Aku baik-baik saja." Jawabku melihat kekhawatiran di wajahnya. Tapi sekuat apapun aku menahan, nyatanya rasa ini terlalu berat. Hingga airmataku kembali mengalir. Marisa memelukku. "Seberat apapun, ini adalah kenyataan yang harus kita terima dengan ik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN