Pov Rayisa "Sayang ini taruh di sini aja." Ujarnya sambil menunjuk arah berlawanan dari tempatku berdiri. "Enggak dong, Mas. Itu enggak cocok di sana, cocoknya di sini." Aku tetap kekeh dengan pendapatku. "Kamu nih dibilangin suami malah ngeyel." ketusnya sambil melipat kedua tangan di depan d**a bidangnya. "Mas, nih. Enggak pengertian! Aku tuh maunya di sini, kenapa, sih!" Rajukku dengan berkacak pinggang menghadap padanya. "Iya, tapi kalau di sini tuh matahari pagi bisa masuk lewat jendela. Nah sinarnya tuh bagus buat baby, Sayang." Ujarnya melunak. "Iya ... Itu kalau pagi. Tapi kalau malam, angin bisa masuk lewat celah-celah itu, nanti dingin, Mas." Kilahku sambil menunjuk tepian jendela. Sesaat kami terdiam, lalu tersenyum bersama melihat sudut ruangan yang ternyata lokasi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


