"Waalaikum salam." Jawabku saat daun pintu telah benar-benar terbuka hingga kini antara aku dan Wulan tidak ada penghalang lagi. "Wulan, ada apa?" Tanyaku ramah, walau dapat kulihat jelas raut wajahnya tampak tidak suka padaku. "Boleh aku masuk?" Tanyanya dingin. "Iya, silakan." Jawabku menggeser tubuh agar ia bisa lewat. Tanpa sungkan Wulan sudah duduk di sofa dengan mengepang kaki. "Ada yang mau aku omongin sama kamu." Katanya padaku, lalu aku duduk di hadapannya dengan santai. "Mau ngomong apa?" Tanyaku tanpa basa-basi. "Aku minta kamu tinggalin Mas Fahri!" Tegasnya, aku mengerutkan kening lalu spontan tersenyum. "Kenapa? Kenapa aku harus ninggalin suamiku?" Jawabku tidak mengerti. "Karena Mas Fahri, enggak cinta sama kamu! Mas Fahri nikahin kamu kare

