Sekitar jam tiga sore Mas Fahri mengajakku keluar rumah, menaiki mobilnya menyusuri jalan sejuk di dataran yang mulai meninggi. Jauh berbeda dengan tempat tinggalku yang lebih dekat ke pesisir pantai. Sepanjang perjalanan aku hanya banyak diam, sementara Mas Fahri lirih menyenandungkan shalawat. Merdu juga suaranya mendamaikan hatiku yanh sedang bergejolak. Ia membelokkan kemudi ke RSUD Kajen. Aku mulai menatapnya bertanya-tanya mengapa kita kesini, Mas Fahri membalas sekilas tatapanku lalu tersenyum tipis. "Katanya mau ketemu Wulan. Makanya kita kesini." jelasnya tanpa ditanya, hebat juga dia bisa membaca fikiranku. Tapi ... Kenapa Wulan di rumah sakit? Jangan-jangan dia mencoba bunuh diri karena ditinggal menikah oleh Mas Fahri, kalau begitu aku akan tambah merasa bersalah. Set

