Bab XX

1083 Kata
"Lo kenapa ngebunuh gue? KENAPA ?????"   Teriakan Clara berdengung dan mengisi ruangan ini, entah ini dimana.   "KENAPA??? HAH?? GUE BILANG KE ELO ARNOL!!!! GUE CINTA SAMA LO !!! CINTAAAA !!!!!"   Gue memegang kepala gue kesakitan, ini sakit sekali.   "Jawab Arnol, kenapa kamu membunuh adik aku, Clara?"   Seseorang mirip Clara muncul, itu Leonard. Clara menghilang, gue melepaskan cengkaman tangan gue di kepala dan melihat Leonard lirih.   "Aku menyesal!"   "GAK AKAN ADA PENYESALAN !!!!"   Teriakan itu mendengung dan membuat gue meringis lagi, gue merasa suasana mencekam sangat mencekam.   Seketika itu, kejadian saat gue menyiksa Clara saat digudang trus berputar, gue menangis dan sangat menyesal.   "CLARA !!!!!"   Gue berteriak dan merasa letih, gue dimana?, ini bukan kamar gue.   "Arnol! Lo mimpiin Clara?"   Andre melihat gue dengan khawatir.   Gue tak menghiraukan pertanyaannya, gue heran kenapa gue ada disini?   "Gue dimana?"    "Lo? Lo dikamar gue, kemaren gue nemuin lo di deket pemakaman. Lo pingsan, kek nya lo digebukin!"   Ya gue inget, kalo gue digebukin sama orang banyak, siapa?   •••••   Clara POV   Ya hari ini gue pulang ke london, misi gue udah selesai dan gue sudah menghabiskan selama sebulan buat nyelesain misi itu.   Dan gue akan menyelesaikan misi pembalasan pada Arnol, gue akan buat lo bayar semuanya.   Ting...   Pintu terbuka, gue berjalan kearah taxi dan pulang. Gue mampir kerumah kakak kakak tersayang gue dulu.  Sesampainya, gue mencet bel dan Arnol yang ngebuka. Gue cuma tersenyum tipis akan kehadirannya menyambut gue dengan senyuman lebar. Btw anyway, kak Demian and kak Steven pergi bulan madu eithh sama istri istrinya nya deng. Mereka nikah pas menjalankan misi, yah begitulah malas gue nyeritain.   "Leonard? Tidak mau masuk?"   Gue tersenyum tipis lagi dan berjalan masuk kerumah, gue gak bawa apa apa. Gue cuma bawa badan udah itu aja hehe.   "Where is Andre?"   "Dia ada didalam, lagi makan."   Gue sama Arnol berjalan berdampingan menuju dapur, kebetulan juga gue laper.   Hmmm aromanya...   "Eh leonard!!"   Kak Andre membuka celemek dan memeluk gue, saat itu juga dia berbisik.   "Completed!"   Gue mengangguk dan ia pun melepaskan pelukkannya. Gue tersenyum dan duduk di tempat yang sudah disediakan, kami ber3 pun makan dan sambil berbincang.   "Leonard, kamu darimana?"   Gue noleh kearah Arnol yang kebetulan dusuk disamping gue.   "Aku? Aku dari tugas mafia!"   Ucap gue jujur sambil kembali memakan makanan yang ada dihadapan gue, Arnol hanya ber oh ria saja.  Sekarang gue ada ditaman belakang rumah bersama Arnol, gue menghabiskan waktu bersamanya sambil menatap langit penuh bintang. Kapan semua berakhir.   "Leo?"   Gue menatap Arnol dengan senyuman tipis. Sejujurnya gue ada perasaan menyesal, kenapa? Gue gak buat kesalahan.   "I miss her!"   "Clara?"   Gue mengangguk, dan menatap tanah yang ada dibawah kaki gue   "I miss her too!"   Ucapnya, gue lihat dari sudut mata, ia juga seperti gue.   "Why you kill him?"   Gue rasa detak jantungnya berhenti, gue rasa ia menatap gue kaget.   "Wha.. what you said?"   Gue menatapnya, benar, ia kaget tak percaya. Kami bertatapan cukup lama, ia sedikit tak bergeming. Ia meminta jawaban.   "I know about you !"   Ia menatap gue tak percaya, ia ketakutan sungguh!. Arnol melihat gue intens dan mengusap kasar wajahnya.  "Kenapa gue percaya gitu aja kalo lo Leonard, jelas jelas lo Clara! Gue seneng lo gak mati!"   Darah gue berdesir, gue ketahuan. Bagaimana gue bisa seceroboh ini, arnol mengusap wajahnya dengan kasar lagi lalu dia tertawa berat dan menangis.   "Aku menyesal.... aku menyesal telah membunuh Clara! Aku sangat mencintainya"   Deg!!   Kenapa ini? Apa yang dia bicarakan dan apa? Perasaan apa ini.   Gue hanya berdiam ditempat dan tak bergeming sedikit pun.   "Aku...... wajar jika kamu tahu aku membunuh Clara, kamu... kamu mafia!"   Ia mengusap kembali wajahnya lalu memegang kedua bahu gue dan dia meluk gue. Kenapa gue goyah...   Gue melepaskan pelukkan Arnol dengan cepat, ia melihat gue sedikit tidak enak.   "Aku bukan pengganti yang terbaik buat kamu, Clara? Aku tidak tahu ia seperti apa. Aku tidak pernah bertemu dengannya sebelum ia terbaring tanpa nyawa di hadapanku waktu itu!"   Arnol melihat gue dengan secarik mimik yang gue gak ngerti.   "Aku mau masuk dulu!"   Ucap gue lalu jalan masuk kerumah, Arnol tak bergeming di tempatnya.  •••••   Author POV   Arnol dan Leonard ( Clara ), berjalan ditaman dengan wajah masing masing ceria dan terlihat bahagia. Ya sejak pengakuan Arnol kepada Demian, Steven dan Andre, Arnol telah dimaafkan. Lebih tepatnya, Arnol sekarang berpacaran dengan Leonard. Apakah rencana Clara yang sesungguhnya? Tidak ada yang tahu, Clara menjadi Leonard selama dendamnya belum terpenuhi.   Clara berperan sebagai Leonard dengan sikap yang lembut dan menyejukan hati siapa pun. Clara masih bermain dengan permainannya. Akankah Arnol tahu?   "My honey!! Come here!"   Panggil Arnol kepada Clara yang tepatnya adalah Leonard. Leonard menyisipkan senyuman liciknya, iapun berjalan kearah Arnol yang sedang duduk di teras rumah Andre.   "Yea!"   "Kamu lama sekali didalam, kamu ngapain? Oh iya, kita jalan jalan yuk!"   "Aku lagi malas beb, kita disini saja menunggu Andre datang dari supermarket. Andre membawa teman kencannya dan makan malam dirumah ini!"   "Baiklah!"   Senyuman mereka berdua bagaikan senyuman bahagia, akan tetapi dibalik senyuman Clara ada sesuatu.  •••••   Arnol POV   Gue senang dan sedih, kenapa? Yah karna gue senang akan adanya Leonard yang selalu ada disamping gue. Tapi gue sedih karna posisi Clara telah digantikan oleh Leonard. Gue masih cinta sama Clara tapi gue cinta juga sama Leonard. Yah gue egois tapi gue merasa terjebak oleh perasaan sendiri.   Malam ini gue, Leonard, Andre dan teman kencannya akan makan malam dirumah ini, rumah Andre. Gue cuma membantu merapikan tempat saja sedangkan Andre, Leonard dan seorang perempuan sedang memasak.   Leonard sangat mirip dengan Clara, yasudahlah gue ngomong kek gini udh berapa kali. Ada perasaan ganjal akan Leonard, gue gak boleh buruk sangka, gue gak mau ngulangi perbuatan bodoh yang pernah gue lakuin dan berakibat fatal bagi Clara. Andai lo masih hidup Cla!   Sebenarnya gue gak pantas dapat ini semua, yah gue bahagia akan adanya Leonard dan ampunan dari kakak kakak Clara. Sedangkan Clara? Dia....   "Eh jangan melamun trus, yuk makan tuh Leonard udah makan duluan!"   Andre menepuk bahu gue dan gue hanya terkekeh melihat Leonard yang sudah makan duluan. Lucunya pacar gue.  •••••   Clara POV   Nikmati kebahagian lo Arnol, sedikit lagi lo akan kehilangan semuanya dan Clara akan bahagia yah gue akan bahagia.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN