Pertengkaran

1057 Kata
"Aku harus kuat untuk menjalaninya, tidak pernah sedikit pun aku membantah apa yang orang katakan kepadaku, padahal semua itu aku lakukan untuk mendapatkan pembelaan diri, tetapi semua orang sudah terlanjur membenci aku yang tidak ada artinya, dan aku mudah saja percaya kepada Ria yang ingin menyakitiku saja padahal semuanya sudah jelas dia yang melakukannya untuk menjebak diriku.  Semua yang telah terjadi ini hanya sebagai pelajaran untuk aku agar tidak mudah percaya kepada orang lain, termasuk Brian yang berpura-pura untuk membela aku saat kekasihnya memfitnahkannya. Hanya saja Ria bisa memasangkan wajah ibanya di hadapan semua orang, terkadang memasangkan wajah yang sangat sedih bisa membuat orang terlena, berbeda dengan aku yang memliki wajah sinis membuat semua orang yakin kalau aku melakukan kesalahan tersebut." Ucap Kayla yang sedang duduk terdiam dia ruangan yang kosong tersebut. Tangisan yang sangat kuat membuat Ray yang tidak sengaja mendengarkan itu langsung tertuju ke sumber suara, "Kay, apa yang kau lakukan di sini? Maaf... aku tidak sengaja mendengarkan ada orang yang menangis dari tadi. "Eh... kamu! Aku tidak apa-apa, jangan khawatirkan semuanya, biarkan aku begini sendiri memang mungkin aku pantas di diamkan dulu agar tidak ada permasalahan sendiri. Jauh di pikiran aku apa yang telah terjadi ini susah untuk di perbaiki lagi." Jelas Kayla kepada Ray dengan wajah yang tertunduk, dengan mata sudah membengkak. Ray begitu sangat kasihan melihat Kayla yang harus menderita dengan ucapan banyak orang, sebab temannya sendiri, padahal bagaimanapun dia sudah banyak membela Ria selama ini,  "Kay, boleh aku mengatakan sesuatu, jika kau masih saja menganggap Ria teman, berarti kau masih mau di sakitinya lagi, aku merasa ada yang lain dari sikapnya terhadap kau Kayla, dia tidak tulus berteman, sudah sangat jelas dia memfitnah dan mengatakan kalau kau sengaja untuk melihat Brian kekasihnya di ruangan ganti, padahal semuanya yang kau lakukan atas permintaan dia.  Memang aku tidak bisa membela, di karena kan tidak ada bukti yang akurat padahal semuanya aku sudah lihat sangat jelas. Dan maafkan aku saat itu aku mendengarkan pembicaraan Ria di ruang kelas. Dan aku langsung berlari mengejar kau untuk mencegah kau di sana, ternyata aku terlambat tidak bisa membawamu keluar sebelum senior itu menjebak kau di sana." Kayla membulatkan matanya dan dia berkata "Apa! Itu yang sebenarnya terjadi aku sangat tidak mengerti tujuan Ria apa berbuat begitu kepadaku, seharusnya aku menolak dan tidak memikirkan ucapan manisnya saat itu, Huft... itu sudah terjadi mau apa lagi yang harus aku katakan tidak ada yang bisa di perbaiki lagi." "Hm... aku juga mencari jalan, tetapi memang tidak ada bukti yang kuat. Bisa saja aku sebagai saksi saat mendengarkan Ria merencana sesuatu, Ria sangat di kenal orang yang lembah lembut, dan tidak banyak orang tahu kalau dia memiliki hati yang sangatjahat kepada orang, terkadang aku kasihan dengan Brian terjebak dalam rayuaanya, memang dia memiliki wajah malaikat, dan berbeda dengan kau Kayla, wajah tidak menunjukkan sebagai wanita yang lemah lembut, orang lain tahunya, kau wanita yang sombong dan cuek." Ucap Ray yang sudah panjang lebar menjelaskan nya kepada wanita yang berada di hadapannya. Kayla tersenyum berusaha untuk menerima penilaian orang terhadapnya, "Aku berusaha tidak menghiraukan ucap orang banyak, tetapi dengan keikhlasan mana tahu kebenaran akan secepatnya terukap. Betul 'kan?" "Betul! Aku sangat setuju dengan ucapanmu yang begitu semangat." Brugh... suara hempasan pintu ruangan terbuka dengan sangat kuat, membuat Ray dan Kayla menoleh ke arah sumber suara, ternyata ada Ria dan senior yang sengaja melambrak mereka berdua, Ucapan Ketus Ria lontarkan sambil menunjuk ke arah Kayla dan Rayhan, "Senior, betul aku katakan, kalian lihat sendiri bagaimana Kayla mencari mangsa baru, dia memfitnah aku telah membuat berita palsu tentangnya. Pertama Brian yang dia cari, sekarang Ray lagi tergoda dengan dia, hu...hu... aku tidak menyangka teman terbaikku melakukan hal itu kepadaku, cepatlah pergi meninggalkan tampat ini sebelum orang lain melihat kalian berdua." Senior yang berada di samping Ria langsung berkata dengan tegas, "Awalnya kau tidak mempercayai kalau kau melakukannya, tetapi saat ini yang aku lihat ternyata benar, kalian berdua telah melanggar peraturan di kampus ini, dan kau Ray, jangan mencari kesalahan yang tidak benar!" Ray membulatkan matanya dan dia berkata dengan nada yang sangat keras, "Memang aku tidak melakukan hal itu! Ini haya salah paham, dan kau Ria berhentilah untuk terus mengatakan yang tidak benar kepada semua orang." Ria berusaha melemah dirinya dan dia berkata dengan lemah lembut, "Ya... ampun, kau punya dendam apa kepadaku? Ini sudah jelas apa yang mereka katakan ini bukan dari aku saja, orang lain juga melihatnya." Ria terus berusaha meyakinkan semua orang yang berada di ruangan itu, semua orang percaya dengan ucapa Ria yang sangat manis tersebut. Kayla yang tiba-tiba menangis meneteskan air matanya dan dia berkata "Ria! Berhentilah, aku sudah tidak tahu lagi harus berkata apa, setelah ini kau mau memfitnah aku apa lagi?" Ria seperti orang yang tidak merasa bersalah dia berkata "Aku sangat sedih, kenapa Kayla kau mengatakan begitu? Tega!" Ria langsung pergi meninggalkan orang yang berada di ruangan tersebut dengan wajah yang sangat iba. Senior tersebut hanya menggelengkan kepalanya dan mengajak orang agar tidak mengacuhkan mereka lagi berdua di ruangan tersebut. "Sudahlah, Kay ingat apa yang mereka katakan itu bukan kejadian sebenarnya. Ria pasti sengaja membuat orang lain menjebak kita berdua di ruangan ini. Kayla yakinlah suatu saat nanti kebenaran pasti berpihak kepada kita berdua, jangan menyerah pokoknya apa pun terjadi." Kayla berusaha untuk tersenyum agar tidak terlihat dengan orang kalau dia sedang mengalami sedikit masalah, "Oke baiklah, semoga saja aku tidak memikirkan ucapan mereka tadi, dan aku harus belajar dari kesalahan jangan mudah percaya kepada orang lain, mereka hanya memandang kita sebelah mata saja. Tidak sedikitpun yang telah di ucapkan oleh Ria ada benarnya. Mungkin ini akan terjadi jika semua orang berpihak kepadanya." Brugh... pintu kembali terhempas kuat, ternyata Brian yang sedang melihat Kayla duduk, "Kayla! Apa yang kau lakukan lagi? Aku mendengarkan berita kalau kau melakukan hal seperti kemarin, tidak ada satu pun perbuatan yang kau sesali." "Apa-apaan kau ini! Mau berapa kali aku katakan, ini semua terjadi kesalahpahaman dan fitnah dari kekasihmu!" Ucap Kayla dengan suara lantang. Ray yang melihat langsung pergi meninggalkan Brian dan Kayla yang sedang berdebat, Brian hanya memandang sinis wajah Ray yag ingin pergi melangkahkan kakinya. "Ahg... sudahlah, aku tidak mengerti apa tujuan kau masih saja membela aku, pergilah bersama dengan kekasihmu yang maha benar!" Ucap Kayla yang pergi meninggalkan Brian yang tidak tahu yang kalau semuanya adalah kesalahan dari Ria kekasihnya. "Kay! Tunggu... aku butuh bukti yang kuat. Kay..."  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN