Mistake 04

940 Kata
Tidak lama mereka sampai disebuah gedung tinggi menjulang, Pria itu keluar dan mengitari mobil setelah itu membukakan pintu untuk vely "hei dimana kita.?? Untuk apa kau membawaku kesini kau berjanji akan mengobatiku bukan" ucap vely yang masih terduduk di dalam mobil. Pria itu sedikit membungkukkan badannya dan menatap vely " ya aku memang akan mengobatimu.,"ucapnya "lalu kenapa kau membawaku kesini..,?"tanya vely "lalu aku harus membawamu kemana..,?"tanyanya "ke klinik terdekat.,!"ucap vely "aku tidak berkata akan membawamu kesana.,"jawabnya acuh "lalu bagaimana dengan lukaku.,?"tanya vely sedikit bingung "kau harus ikut denganku baru aku bisa mengobatimu.,!"ucapnya Dengan ragu vely pun menurunkan kakinya dan mengikuti langkah pria di depannya. "dia mau membawaku kemana.?"gumam vely. Mereka berjalan dan masuk kedalam lif..pria itu menekan tombol paling atas.. Membuat vely mengerutkan keningnya Ting Tidak butuh waktu lama mereka sampai di lantai paling atas gedung, namun vely masih mematung di dalam lift enggan untuk keluar, pria itu berbalik dan menarik tangan vely. "kau tidak usah takut aku bukan orang jahat"ucapnya Tapi juga bukan orang baik batinnya Dengan ragu vely pun mengikuti langkahnya, ternyata dia membawa vely ke penthouse, dan vely rasa penthouse ini miliknnya "duduklah" ucapnya setelah itu berlalu meninggalkan vely yang masih mengamati sekitarnya "apa aku salah sudah mengikutinya"gumam vely merasa sedikit takut melihat seluruh ruangan yang di d******i warna hitam, dan suasana dingin yang vely rasakan sampai menusuk tulang rasanya. "duduklah,.,!" ucapnya membuyarkan lamunan vely, Vely melihat kotak obat yang di pegangnya. "buka.,!"ucapnya kemudian "A apa maksudmu.,?" tanya vely sambil mendekap dadanya "bukankah kau ingin aku obati" ucapnya "aku tidak memintamu megobatiku, aku fikir kau akan membawaku ke klinik, setidaknya disana ada perawat yang tau bagaimana cara mengobatiku.,!" ucap vely "hei...kau jangan meremehkanku, aku juga bisa mengobatimu untuk apa aku membuang buang uang mmbawamu ke klinik"jawabnya "setidaknya antarkan aku..aku bisa membayatnya sendiri.,!"ketus vely kemudian beranjak dari duduknya dan hendak pergi, Setelah beberapa langkah vely kembali membalikan badannya melihat pria dengan manik mata hijaunya hanya diam memperhatikan vely. vely melanjutkan kembali langkahnya menuji pintu keluar Ceklek ceklek... "kau tidak akan bisa keluar..,!"ucapnya "kalau begitu cepat bukakan pintunya, kau tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri.,!"ucap vely "tidak bisa.,!" ucapnya Apa dia mau menyekapku, apa dia benar benar menculikku, Tuhan apa yang harus aku lakukan batin vely "aku tidak akan menyekapmu, setelah aku mengobati lukamu kau bisa pulang dan aku akan mengantarmu"ucapnya kembali menjawab suara hati vely Vely memicingkan matanya menatap lekat pria yang berada di depannya Sepertinya mulai sekarang aku harus hati hati jika berada di dekatnya batin vely kemudian kembali berjalan mendekat ke arahnya. ... "berikan kotak itu, aku akan mengobati lukaku sendiri.."pinta vely "kau yakin.,"tanya nya "y ya tentu" jawab vely kemudian merebut kotak obat di tangan pria itu. Vely terdiam sejenak kemudian "dimana kamar mandinya, aku akan mengobati lukaku..,"tanya vely Pria itu tidak menjawab dan hanya menunjuk arah samping kirinya. Vely mengikuti arahnya kemudian beranjak dari duduknya Berjalan menuju kamar mandi. Vely membuka jaket kebesaran milik pria itu. "bagus vely, kau bahkan tidak tahu namanya dan sekarang kau sedang berada di penthousenya hanya berdua dengannya, bagaimana jika dia seorang penjahat dan mengambil organ dalam mu" gumam vely sambil membuka kotak obat didepannya. "oh god obat apa yang harus ku ambil"ucap vely sambil menatap beberapa obat didalam kotak tersebut... Vely membaca satu persatu obat itu, "yang mana dulu ya, ini atau ini atau aku harus membasuh lukaku dulu, ahhh kenapa menyebalkan sekali, kenapa dia tidak membawaku keklinik saja lebih gampangkan, dasarr.,"kesal vely sambil terus mencari cari obatnya. "jika kau tidak bisa kau seharusnya meminta bantuanku"ucap seseorang dengan suara berat yang membuat vely terlonjak kaget "oh god.....,!!!!!! Sejak kapan kau berada disitu.,?" pekik vely sambil menyambar jaketnya dan menutupi tubuh depannya yang hanya menggunakan bra. "sejak kau pertama masuk aku sudah berada disini"ucapnya santai dan berjalan mendekat kearah vely "berhenti..!!!kubilang berhenti aku bisa mengobati lukaku jadi keluarlah" ucap vely kesal namun pria itu bahkan tidak menghiraukan teriakan vely "jika kau bisa kau sudah selesai dari tadi nona", ucapnya kemudian mengambil salah satu cairan yang entah apa namanya vely tidak tahu dan mulai mengarahlannya pada d**a vely "kau bisa menyingkirkan jaket itu..aku tidak akan bisa mengobatimu jika kau menutupinya" "a apa kau bilang, tidak biarkan aku saja" ucap vely "tidak ada penolakan, ayolah aku bahkan pernah melihat orang nacked jadi jika kau hanya menggunakan bra saja gigi hadid dan kendal jenner pun sudah pernah kulihat jadi dibanding dengan mereka kau tidak ada apa apanya,!" ucapnya membuat vely semakin kesal. Dasar pria m***m batin vely, Vely pun terpaksa hanya menurunkan sediki jaketnya saja.. Membuat pria didepannya tersenyum..dia mulai mengobati luka vely "iissshhh pelan pelan"ringis vely "apa sakit..,?" tanya nya "tentu saja"jawab vely ketus sedetik kemudia. Dia meniup luka vely membuat vely membulatkan matanya dan tubuhnya menegang... Jantung vely berdegup kencang saat hembusan nafasnya menerpa dadanya... Bahkan untuk bernafas saja rasanya sulit bagi vely.. "su sudah sudah cukup...ka kau tidak usah mengobatiku lagi, kau katakan saja aku harus memakai obat yang mana"ucap vely gagap karena dia tidak akan tahan jika pria didepannya terus mengobatinya. "kenapa..,?"tanya nya "kenapa apanya..,?"tanya vely "apa lukamu semakin parah sehingga membuatmu demam" ucap pria itu "de demam..siapa yang demam.."tanya vely "tentu saja kau ." ucapnya "a aku..aku tidak demam"jawab vely "lau ada apa dengan wajahmu, seperti tomat"ucapnya membuat vely memegang pipinya yang memang memanas dan pasti memerah juga seperti tomat. Namun sedetik kenudian yang membuat vely semakin jantungan Tiba tiba saja dia menempelkan keningnya pada kening vely.. "a apa yang..." "diamlah aku hanya memeriksa suhu tubuhmu"ucapnya sambil menahap kepala vely agar tidak menjauh.saat ini bahkan vely bisa merasaan hembusan nafasnya yang menerpa wajahnya "aku rasa kau memang demam, suhu tubuhmu panas" ucapnya kemudian menjauhkan wajah mereka..vely tidak menjawab dan masih diam terpaku "apa kau baik baik saja..,?"tanyanya membuat vely mengerjapka matanya dan tersadar apa yang sudah terjadi pada dirinya "y ya a aku baik baik saja"ucap vely dan hendak pergi namun Braakkkkk. "kyaaaaaa"...... Vely menutup matanya dan meraih apapun yang ada didekatnya...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN