Pasrah..semoga ada keajaiban

1417 Kata
Hirup pikuk kepadatan pasar seakan tak di rasakan oleh Prista,dia sudah pasrah dengan nasibnya..takdir hidup yang tak ingin ia jalani,rasa sakit,kecewa,dan keputusasaan yang sudah bersatu…tapi apa daya,aku hanya seorang manusia yang sudah di tentukan garis kehidupan oleh sang maha pencipta..hati Prista sudah pasrah ,dia sudah tidak bisa berbuat apa apa….. Setiba di rumah banyak tetangga yang membicarakan tentang pernikahannya,”hai Prista sebentar lagi kamu akan menikah dengan lelaki yang sudah beristri,oh iya kamu jadi istri ke 4 nya yah”? Tanya ibu Tita yang lantang ,tanpa mempertimbangkan perasaan prista…”prista tidak menjawab atau pun menggubris bu Tita,yang di lakukan prista hanya menunduk sambil berjalan menuju kamar”dasar anak kurang ajar,di tanya sama orang tua,malah begitu…dasar sombong”ucap bu Tita sambil melirik prista yang sudah masuk ke kamar…. Di dalam kamar prista hanya pasrah kepada nasibnya sendiri..dia hanya berusaha kuat dan tabah,”tok..tok..tok”suara pintu yg menandakan ada orang yang mau masuk,datanglah seorang perias..”ayo De prista kita mulai untuk menghias De prista,sebentar lagi acara mau di mulai”prista tak mengucap kan kata kata ,dia hanya menganggukkan kepala saja….!dengan kelihaian seorang perias,prista tampak seorang wanita dewasa ,cantik,putih dan ayu…”aduhhh De prista ini emang bawa an nya cantik yah,sampe sampe saya pangling liat De prista “ucap ibu dewi yang sudah merias wajah prista”prista hanya tersenyum biasa……dan bu dewi pun memakaikan kebaya dan sanggul kepada prista..tak lupa memasangkan bunga melati yang begitu indah dan wangi…tak lama kemudian terdengar suara ribut yang disinyalir suara ibu tiri prista dengan seorang ibu ibu…dan prista tak mau tau..dia hanya diam dan menunggu panggilan saja…”De prista,suara siapa itu yah,gak sopan banget..teriak teriak lagi…”udah bu biarin aja,itu mah urusan ibu ,dengan entengnya prista berbicara kepada bu dewi..dan bu dewi pun hanya mengangguk saja… Haiiii bu dini…dasar gak punya urat malu yah…udah tau suami saya udah punya istri ,malah mau menjodohkan anak mu sama suami saya..dasar ibu yang serakah..saya tau,!kamu hanya menjual anak tirimu itu untuk memanfaatkan suami ku heuhhh…dasar ibu yang tidak berperasaan,ungkap istri pertama pa syamsul..”enak saja..mana berani saya menjual anak ku..ucap bu dini”pa syamsul sendiri yang minta mau menikahi anak saya…malahan mereka saling mencintai,ucap bu dini yang tidak tau malu itu..dia mempermalukan prista di depan umum..yang seolah olah prista mencintai pak syamsul…dengan karangan cerita yang sudah di utarakan ibu dini seakan akan para tetangga percaya,,”ohh jadi si Prita dan pak syamsul emang pacaran dulu yah..dasar anak jalang memang si prista ,suami orang d mbaknya dasar pelakor..”ucap ibu ibu dan tetangga nya..dalam suara yang begitu ramai…terdengar suara yang cukup keras”Permisi,selamat siang”seorang lelaki yang tinggi dengan postur tubuh yang tegap bagaikan pengawal untuk sang raja”dan semua orang berhenti seketika tanpa ada suara apa pun,semua tertuju ke arah suara itu dan bu dini secepatnya melangkah kaki menghampiri pria tersebut…. Iya pa…ada yang bisa saya bantu…ucap bu dini… Saya ke sini hanya mau bertanya”apakah ini benar rumahnya non prista? Aduh maaf pa..mungkin bapa salah alamat…di sini bukan rumah nya non prista yang bapa maksud,karena prista anak saya gak mungkin punya teman seperti bapa…jawab bu dini yang ketus..dalam hatinya,gak mungkin si prista kenal sama orang kaya,dia kan gembel yang menyedihkan,kalo pun yang pantas,hanya anak ku suci yang sesuai dengan orang tersebut, “Tapi di sini benar rumahnya prista bu,tanya pengawal sekali lagi…aduhhh bapa udah saya bilang..ini rumah saya,dan gak ada yang namanya prista di sini..silahkan bapa cari ke tempat yang lain..ucap dini yang semakin kasar…. Pak Rahmat hanya terdiam..dia tidak bisa berbuat apa apa…pa rahmat tau..banyak lelaki yang sering menanyakan perista,tapi bu dini seakan tidak terima kalo prista berpacaran atau sekedar jalan jalan dengan seorang lelaki yang cukup mapan,bahkan Arman tetangganya pun sudah menaruh hati ke pada prista,namun bu dini selalu menjelekkan prista dan selalu menyuruhnya mencari perempuan yang lebih baik dari prista,terkadang hati pak rahmat hancur,tak kala harus menyaksikan siksaan terhadap anaknya,tapi kalo saya membela..dia akan di siksa habis habisan sama dini,mungkin di mata prista..saya lelaki yang lemah dan jahat terhadap anaknya sendiri…dulu prista sangat di sayangi oleh ayahnya…apa yang dia inginkan selalu di prioritaskan..mamanya selalu menasihati kelak harus jadi wanita yang kuat,yang pintar dan harus serba bisa…tak kala suatu hari mama nya prista jatuh sakit…sakit yang mengakibatkan merenggut nyawanya…dulu Diah selalu merelakan saya untuk menikah lagi,karena dia merasa kasihan terhadap aku dan prista,tapi aku tak sanggup..saya masih setia untuknya..saya masih berharap banyak kepada Diah..waktu pun berjalan seiring penyakit Diah yang semakin parah,… Tiba tiba datang saudara jjauh dari Diah,dia berniat ingin bersilaturahmi kepada Diah..”dulu dini sering kesini kalo butuh sesuatu,tapi Diah selalu memberikan apa yang dibutuhkan dini,Diah selalu ingin membantu teman,saudara bahka tetangganya pun sudah hafal betul wataknya Diah,terkadang tetangga selalu memanfaatkan kebaikannya… “Setelah kedatangan dini dan anaknya suasana rumah semakin tidak nyaman..Diah semakin parah,prista sering tidak dirumah,saya sibuk dengan pekerjaan saya..setibanya saya pulang dari Jakarta saya mendengar kabar kalo Diah menninggal dan prista sedang menangis di pojokan tanpa ada orang yang menemani,kemudian dini memberikan surat mengatasnamakan dari Diah…Diah menuliskan wasiat..bahwa saya harus menikah dengan dini,dan ternyata prista selama Diah sakit sering tidak ada di rumah..tak kala pada hari itu tingkat emosi saya memuncak..saya menampar prista dan memarahinya ,kalo dia anak yang tidak berguna,hidupnya hanya untuk dirinya sendiri,tanpa memikirkan mamanya…dan pada saat itu..prista tidak melawan..dia hanya diam,dia hanya merasakan sakit yang dia alami..para tetangga membatu untuk memisahkan saya dan prista….”sudah sudah pak..sekarang bukan waktunya untuk emosi,sekarang kita harus mengurus jenazah ibu,ucap tetangga yang sedari tadi memisahkan saya dari prista… Hari berganti hari..dini selalu mencuci otak saya dengan kelakuan buruknya prista,bahkan setelah lulus sma pun prista ingin kuliah,tapi tidak di beri izin oleh pak rahmat,karena alih alih prista itu bukan ingin kuliah,tapi hanya ingin menghambur hamburkan uang saja…pada saat itu saya hanya percaya kepada dini..karena saya selalu kerja keluar kota …dan saya menikahi dini sesuai dengan surat wasiat Diah… Sepulang dari Surabaya,saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kelumpuhan,dan selama saya di kursi roda saya tidak bisa bekerja..relasi semakin hari semakin meninggalkan saya…dan genap sudah 2tahun saya di kursi roda,tetapi yang mengurus kebutuhan saya hanya prista,yah anak saya yang dulu saya siksa,anak saya yang dulu saya sia sia kan anak saya yang dulu saya marahi di saat dia meminta untuk kuliah..!!!hati saya sakit…saya menyesal telah melakukan kebodohan hanya dengan hasutan dini…dulu rahmat sesudah menikah dengan dini selalu memanjakan Susi..anak bawaan dari dini..dua selalu memprioritaskan suci..tapi prista selalu diam saja,dia tidak pernah protes dengan tingkah saya…tapi kini Susi tak mau mengurus saya ,dia sibuk dengan dunianya ,begitupun dengan dini..tiap hari hanya ke diskotik ,ke salon dan ke mal..dan semakin hari tabungan habis dan dini selalu marah marah dan selalu mengatakan kalo saya lelaki yang tidak berguna..lelaki penyakitan dan sebagainya..kini rahmat tau..kalo dini hanya memanfaatkan keadaan saya waktu dulu,sempat terlintas di pikirannya..jangan jangan wasiat itu hanya akal akalan dini saja …tapi kini dia sudah menikah dengan dini..dan sekarang saya sedang sakit..kini yang merawat dan membiayai saya hanya prista..tapi saya selalu harus bersifat buruk kepada prista karena ancaman dini … “Lihatlah mas anakmu prista,masa iya dua kenal dengan orang seperti ini.. tapi mungkin saja yah kalo anak mu memang w************n yang selalu ingin menghalalkan segala cara demi uang,dan mungkin pengawal ini utusan bos nya untuk menjemput anak sialan itu ..dasar anak murahan desus kata kata yang terlontar di telinga pak rahmat…”pak rahmat hanya diam saja,dia sudah tidak bisa bicara dengan baik,karena penyakit komplikasi yang di alami pak rahmat sudah menjalar,kini struk ringan yg di derita pa rahmat… Baiklah bu,kalo memang ini bukan rumah non prista,saya pamit dulu bu… dan pengawal itu pun pergi keluar dengan segera….. Kini bu dini terasa lega,karena sudah tidak ada lagi penghalang untuk nenikahkan prista dengan pak syamsul… Bu dini bertekad menikahi prista hanya untuk melunasi hutang hutangnya kepada pak syamsul..alih alih dengan menikahkan prista,hutang bu dini akan lunas,belum lagi pak syamsul akan memberikan bonus yang banyak pada bu dini,dini tersenyum dengan penuh kemenangan… Tak berselang lama,pak penghulu pun datang dan menanyakan dimana mempelai laki kakinya,bu dini pun menjawab’sebentar lagi pa, beliau kan dari kota..mungkin agak lama untuk menuju kesini..silahkan baoak penghulu istirahat dulu…tunggu dulu sebentar ya pak…ucap bu dini’ Waktu sudah menunjukkan jam 11,dan pak penghulu pun kembali bertanya…maaf bu dini..jam berapakah beliau akan datang,soalnya saya masih ada acara lagi bu…”aduh pak,tunggu sebentarlagi yah..tadi sudah saya telpon tapi tidak tersambung..mungkin sinyalnya jelek…jelasnya bu dini…dan pak penghulu menurut apa yang di katakan bu dini….. Permisi selamat siang…pengawal yang tadi sempat pamit datang kembali dengan ibu paruh baya dan seorang lelaki yang gagah dan tampan….
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN