four

1086 Kata
tiba dimana hari pernikahan pras dan jihan di laksanakan, semua persiapan sudah terpenuhi, namun kedua mempelai tidak menunjukkan sorot mata bahagia sama sekali, walau pernikahan mereka terkesan mewah namun seperti tak ada kebahagiaan di dalamnya. "aku minta maaf jihan, aku gak bisa menghentikan semua ini" ucap pras. kini mereka sedang duduk di atas pelaminan untuk menyambut para tamu yang hadir. "udahlah pak, gak ada yang perlu di sesali, semua udah terjadi, bisa apa kita buat nyegah ini semua, mungkin emang udah takdir. pras menggenggam tangan jihan. "lihat aku" ucap pras. jihan pun menurut. "aku janji gak akan ada drama dalam pernikahan ini" ucap pras. "aku harap begitu" balas jihan. "bisa kamu kasih senyuman kamu yang paling manis?" tanya pras. jihan tersenyum tipis mendengar hal itu. "kenapa kakak biasa aja, padahal aku yakin ini juga berat buat kakak" ucap jihan. "seperti yang kamu bilang, ini semua udah tadir dari yang kuasa" balas pras. "pacar kakak gimana?" tanya jihan. "gak usah pikirin dia" jawab pras. "kok begitu?" tanya jihan. "hubunganku sama dia gak akan berubah" ucap pras. "aku tau, karna pernikahan ini cuma sementara" ucap jihan. "maaf" ucap pras. "gak usah minta maaf, ini takdir, justru aku yang minta maaf karna kemaren aku bersikap gak sopan sama kakak" ucap jihan. "aku paham, kamu gak perlu minta maaf" ucap jihan. tidak lama ada tamu undangan yang mendatangi mereka, pras dan jihan pun otomatis berdiri dan menyalami mereka dengan senyuman palsu, setengah selesai mereka kembali duduk. "kamu capek ya?" tanya pras. "enggak kok" jawab jihan. "iya juga gapapa, aku juga capek, istirahat yuk" ucap pras. "jangan, gimana sama tamu nya" ucap jihan. "mereka pasti ngerti" balas pras. "beneran nih?" tanya jihan. pras mengulurkan tangan ke arah jihan, mengajak wanita itu pergi dari pelaminan. dengan berat hati jihan menerima uluran tangan pras, mereka pun turun dari pelaminan menuju ke arah ruangan yang telah di siapkan untuk mereka berdua. "akhirnya bisa selonjoran juga" ucap jihan. pras tersenyum. "mau aku pijet?" tanya pras. "gak usah, masa suami mijetin istri, gak sopan" ucap jihan. "siapa bilang" ucap pras. "gak usah kak, beneran" ucap jihan tidak enak hati dengan dosen nya tersebut. tak mengindahkan ucapan jihan pras tetap menyetuh kaki jihan untuk ia pijat. "aku bilang jangan, aku gak terlalu capek kok, cuma butuh istirahat bentar aja" ucap jihan, ia menekuk kakinya agar pras tidak memijat nya. "gapapa, aku maksa nih" ucap pras. jihan pun luluh dan membiarkan pras memijat kakinya dengan lembut. "makasih kak" ucap jihan. "anggap ini permintaan maaf aku karna udah bikin kamu ada di posisi ini" ucap pras. "sungguh ini gak mudah buat aku tapi aku coba pasrah sama takdir" ucap jihan. "aku janji kamu akan bahagia hidup sama aku, gak akan aku kasih kamu penderitaan" ucap pras. "aku percaya" balas jihan tidak lama seorang perwakilan dari W.O mendatangi mereka untuk meminta mereka berganti pakaian. "sekarang ganti pakaian kalian ya" ucap wanita muda yang baru saja masuk ke ruangan tersebut. pras hanya mengangguk begitu pula dengan jihan, setelah mendapat jawaban wanita itu keluar ruangan seraya meninggalkan pakaian yang akan pengantin pakai. "mau ganti di depanku atau di kamar mandi" ucap pras. "di kamar mandi lah" ucap jihan kemudian ia bergegas menuju kamar mandi. -------------- selamat datang di rumahku" ucap pras menyambut jihan di rumah pribadi nya. "aku masuk ke rumah ini lagi" ucap jihan. "dengan status sebagai istri" balas pras. "maaf ya kak, harusnya pacar kakak yang ada di posisiku" ucap jihan. "jangan bahas itu terus, aku ikhlas, lagipula hubunganku sama pacar gak berubah walau ada kamu" ucap pras. "tetep aja" ucap jihan "ayo masuk" ucap pras sembari menarik tangan istrinya itu ke dalam rumah. "kamu mau pisah kamar atau satu kamar?" tanya pras. "pisah dong" jawab jihan cepat. "sekamar juga gapapa sih" ucap pras. "dasar cowok" ucap jihan. pras terkekeh dan mengusap kepala jihan yang tertutup jilbab. "kayanya hidup sama kamu seru" ucap pras. "emang aku permainan apa" ucap jihan. pras memberikan kunci kamar tersebut kepada jihan, lalu ia masuk ke kamar jihan untuk menaruh koper yang ia bawa sedari tadi. "abis kamu beres-beres kita bicara ya" ucap pras. "bicara soal apa?" tanya jihan. "beres-beres aja dulu" ucap pras. "ya udah" balas jihan. "aku bantu ya, biar cepet" ucap pras. "gak usah" balas jihan. "dosa nolak bantuan suami" ucap pras, ia masuk ke dalam kamar jihan untuk membantu wanita itu. "sekarang bilang nya suami terus" ucap jihan. "emang sekarang aku suami kamu kan?" tanya pras. "iya, kakak suami aku sekarang" ucap jihan. dirinya mengatakan itu untuk menyenangkan hati pras. "ya udah bicara sekarang aja ya, sambil beres-beres" ucap pras. "aku dengerin" balas jihan. "kamu udah jadi istriku jadi tanggung jawab orang tua kamu atas kamu udah pindah ke aku" ucap pras. "iya terus?" tanya jihan. "apa kamu punya hutang atau apa begitu?" tanya pras, pria itu sedang memasukkan pakaian ke dalam lemari. "gak, kakak tenang aja" ucap jihan. "maaf gak maksud apa-apa tanya begitu" ucap pras. "santai aja" balas jihan. "sebutin kebutuhan kamu, karna tadi aku gak sempet kasih seserahan banyak, cuma inti aja" ucap pras. "gak usah kak, aku ada simpenan lumayan kok" ucap jihan. "aku bilang sebutin, aku suami kamu sekarang, gak usah sungkan" ucap pras. "tapi kak" ucap jihan. "nurut sama aku bisa" ucap pras. "ya udah okay" ucap jihan. "aku dengerin" ucap pras. "ya paling alat make up cewek terus kuota" ucap jihan. "itu aja?" tanya pras "dan kebutuhan rumah tangga pastinya" ucap jihan. "gak butuh hp atau laptop baru?" tanya pras. "enggak, masih bagus" ucap jihan. "ya udah aku minta nomor rekening kamu nanti" ucap pras. "iya nanti aku kirim lewat w.a" ucap jihan. "ya udah aku beresin sendiri aja, kakak bisa keluar" ucap jihan. "aku kan mau bantuin" ucap pras. "udah tinggal sedikit kok" ucap jihan. "masih sungkan hm?" tanya pras. "enggak kok, kakak bisa beresin yang lain" ucap jihan. "yang lain gak ada yang perlu di beresin, aku mau bantu kamu aja, barang-barang kamu banyak" ucap pras. "ya udah makasih, nanti abis ini aku masak" ucap jihan. "gak usah, kita beli aja, kamu pasti capek abis berdiri lama" ucap pras. "gak capek kok, aku mau masak" ucap jihan "nurut sama aku ya" ucap pras lembut. "terus abis ini mau ngapain kalo enggak masak?" tanya jihan. "istirahat lah" jawab pras. "masih sore?" ucap jihan. pras menyetuh kepala jihan lembut sembari tersenyum tipis. "kamu pasti capek, pokoknya nurut sama aku" ucap pras. "ya udah iya besok baru masak" ucap jihan. "nah gitu dong" balas pras tersenyum. tak ada lagi pembicaraan di antara mereka, keduanya sibuk menata barang-barang yang jihan bawa dari rumahnya di kamar tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN